Selasa, 04 Agustus 2009

Jika Gaji Anggota Dewan Tak Lagi Mewah

Ilustrasi Majelis Permusyawaratan Rakyat     
Oleh: DM. Thanthar

Andai gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak lagi berjumlah lebih besar daripada penghasilan petani di pedesaan akankah antusiasme menjadi caleg masih tinggi?

Dalam sebuah obrolan lepas saya bersama kawan-kawan Komunitas Guwo pertanyaan seperti itu pernah muncul. Pertanyaan yang agak konyol tetapi ketika dibaca berulang kali malah menjadi sebuah pertanyaan yang menarik.

Ketika masa kampanye, rata-rata caleg memperlihatkan itikad baik mereka dengan memberikan bantuan kepada rakyat sehingga seolah-olah mereka adalah calon-calon wakil rakyat yang memiliki jiwa pengabdian dan rela berkorban untuk rakyat. Mereka rela mendatangi rakyat dan mengorbankan sebagian hartanya untuk membantu rakyat. Hanya saja, pasca pemilihan legislatif (pileg) banyak caleg yang menjemput lagi bantuan yang pernah diberikannya. Bahkan tidak hanya menjemput tetapi juga ada yang melakukan pembongkaran jalan yang dibangunnya pada masa kampanye.


SURAU; Lembaga Pendidikan Islam di Minangkabau

Oleh: DM. Sutan Zainuddin, S.S



Gambar: SurauTuo Kayu Jao di Solok,
Sumatera Barat
Surau dalam tulisan ini bukan hanya sekedar tempat belajar membaca Al-Quran seperti mushala atau langgar. Namun lebih dari pada itu surau akan lebih disorot sebagai sebuah lembaga pendidikan yang telah melahirkan sejumlah ulama-ulama terkenal yang mengharumkan Ranah Minang dengan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan agama Islam. Perkembangan Islam yang dilakukan oleh para ulama hasil didikan surau tidak hanya terjadi pada wilayah yang sempit melainkan menembus batas regional nusantara.

Pada dasarnya, surau sebagai lembaga pendidikan merupakan bagian integral dari memori kolektif masyarakat Minangkabau. Akan tetapi, dalam perkembangan dan modernisasi pendidikan, pemahaman tentang surau mengalami pergeseran sehingga surau lebih dipahami dalam ruang lingkupnya yang sempit.

Secara umum, konsep surau di Minangkabau dapat dibagi kepada dua jenis yakni surau kecil dan surau besar. Surau kecil merujuk pada bangunan pelengkap rumah gadang yang didirikan oleh masing-masing kaum atau suku. Surau kecil biasanya difungsikan sebagai tempat tidur laki-laki di Minangkabau. Selain itu, juga menjadi tempat musyawarah kaum, tempat shalat, dan tempat anak laki-laki belajar ilmu beladiri silat. Berdasarkan fungsinya itu, surau kecil sering juga disebut sebagai surau kaum.

Berbeda dengan surau kecil, surau besar bukanlah merupakan bangunan pelengkap rumah gadang tetapi bangunan yang didirikan oleh individu dengan bantuan masyarakat untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran Islam. Dalam perkembangannya, surau besar inilah yang melahirkan ulama-ulama di Minangkabau.

Dalam penulisan selanjutnya, pembahasan akan lebih difokuskan kepada surau besar. Jadi kata surau yang akan digunakan kiranya dapat dipahami sebagai surau besar.

Ketika kita mengamati perkembangan Lembaga Pendidikan Islam di Sumatera Barat maka kita tidak akan menemukan lembaga pendidikan yang menggunakan kata surau. Padahal, sesungguhnya surau yang ada di Minangkabau serupa dengan pesantren yang ada di Pulau Jawa. Sistem pengajaran yang dilakukan oleh dua Lembaga Pendidikan Islam tersebut (surau dan pesantren) juga tidak jauh berbeda. Ketika masih dikelola secara tradisional keduanya menggunakan sistem halaqah. Belum ada meja dan kursi untuk siswa tetapi hanya duduk melingkari ulama yang menjadi guru. Saat dikelola secara lebih modern keduanya juga menggunakan fasilitas seperti meja, kursi, dan papan tulis. Bahkan lebih dari itu, mereka juga mulai mengeluarkan ijazah untuk setiap murid yang telah menamatkan pelajaran.

Dengan demikian, sebenarnya surau sebagai lembaga pendidikan masih ada di Sumatera Barat tetapi para pengelola lembaga pendidikan tersebut lebih memilih kata pesantren dari pada kata surau. Maka lahirlah berbagai pesantren sebagai lembaga pendidikan di Sumatera Barat di antaranya Pesantren Nurul Ikhlas, Pesantren Modern Terpadu Hamka, dan pesantren-pesantren lainnya. Namun secara fungsi keberadaan surau sudah bergeser dari lembaga pendidikan yang utuh menjadi lembaga pendidikan sebatas menuntut ilmu agama semata. Sementara itu, di nagari-nagari, surau berkembang dengan makna yang sempit dan hanya sebatas sebagai surau kecil.

Padahal, surau selain sebagai lembaga pendidikan juga merupakan salah satu identitas bagi masyarakat Minangkabau. Setiap orang Minangkabau biasanya kenal dengan kata surau walaupun tidak memahaminya secara mendalam. Jika demikian, kita tentu berharap akan muncul surau sebagai lembaga pendidikan di Sumatera Barat yang akan lebih memaknai identitas orang Minang dalam kehidupannya. Semoga.

PILPRES; Pertarungan Para Milyarder Menuju Istana Negara

Oleh: DM. Thanthar


9 April 2009 telah berlangsung Pemilihan Legislatif (Pileg). Artinya, etape pertama pesta demokrasi lima tahunan di negeri ini telah berlalu. Pada etape pertama tersebut, rakyat telah menentukan wakil-wakilnya yang diharapkan bisa mengeluarkan kebijakan yang memihak rakyat sekaligus mengawal proses pemerintahan hingga 2014. Berbagai persoalan pun mencuat, mulai dari hiruk pikuk masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga heboh saat penetapan caleg terpilih.

Meskipun pelaksanaan pileg masih menyisakan berbagai persoalan yang dinilai oleh beberapa kalangan sebagai carut marut demokrasi tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara resmi pesta demokrasi tetap harus terus bekerja. Mereka harus mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) sebagai etape kedua proses demokrasi.


Kamis, 09 April 2009

Demokrasi VS Demograzy

Ini Pemilu, ajang yang digelar tiap lima tahun sekali. Kali ini, Pemilu beda. Teknis pemberian surat suara beda, tidak coblos melainkan contreng atau centang. Lainnya, format surat suara juga beda tanpa foto si caleg kecuali untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun demikian tujuannya tidak beda, tetap untuk menegapkan langkah ranah yang bernama Indonesia.

Jelas ini adalah proses demokrasi yang hakikatnya dari rakyat untuk rakyat. Hanya saja pada kenyataannya tidak sepenuhnya begitu bukan dari rakyat untuk rakyat melainkan dari rakyat untuk wakil rakyat.


Selasa, 03 Maret 2009

Valentine Day Bukan Hari Kasih Sayang


Maninjau, GUWO News – Selasa(3/3/09). Valentine Day (VD) pada dasarnya merupakan hari untuk mengenang kematian Valentino, yakni seorang yang berani menentang kebijakan Kaisar Romawi Kuno tentang pelarangan untuk menikah kepada para pemuda.

Alasan mendasar dari kebijakan kaisar romawi kuno tersebut adalah akan melemahnya fisik para pemuda setelah mereka menikah. Hal ituterkait dengan tujuan kaisar yang terobsesi membangun pasukan perang yang tangguh untuk menghadapi musuh-musuhnya.

Munculnya sosok Valentino sebagai penentang kebijakan merupakan ancaman bagi kaisar dalam mewujudkan obsesinya sehingga Valentino ditangkap dan divonis hukuman mati oleh kaisar. Kondisi itu memunculkan simpati masyarakat Romawi Kuno kepada Valentino sehingga mereka menjadikan Valentino sebagai simbol kekuatan kasih sayang.


Sabtu, 28 Februari 2009

Coretan Kecil Untuk Renungan

Sewaktu-waktu kehidupan ini tidak sebahagia senyum bayi. Juga tidak seindah biasan pelangi yang hadir di langit setelah gerimis usai. Hidup benar-benar sebuah perjuangan. Perjuangan yang melahirkan pertempuran maha dahsyat. Bukan layaknya pertempuran kanak-kanak, yang ketika sang hero mati akan bisa bangkit lagi dan kembali menyerang sehingga musuh-musuhnya tunduk dan takluk.

Masa kanak-kanak selalu berlalu. Ia pergi bersama senja dan tidak akan pernah kembali lagi bersama fajar. Masa kanak-kanak merupakan salah satu dari sekian banyak pucuk kebahagiaan yang ada pada pohon kehidupan. Kebahagiaan masa kanak-kanak tidak akan pernah lelah mengendap dalam memori insan, bahkan sampai saat batas langkah telah nyata sekali pun.


Jumat, 27 Februari 2009

Pemilu 2009 Versus Penderita Keaksaraan Fungsional


Tidak sampai dua bulan lagi Pesta Demokrasi Akbar Indonesia alias Pemilu 2009 akan berlangsung. Seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu telah melakukan berbagai persiapan dengan berbagai perubahan untuk sebuah perbaikan. Salah satu perubahan yang cukup nyata adalah bergantinya sistem coblos menjadi sistem centang. Perubahan coblos menjadi centang lebih terkait pada cara pelaksanaan sehingga dengan melakukan simulasi hal tersebut tentu akan bisa teratasi

Perubahan lainnya yang perlu disoroti adalah perubahan format kertas surat suara pemilu. Biasanya, kertas suara mencantumkan nama dan foto calon legislatif (caleg) sehingga pemilih bisa mengenali calon wakilnya untuk DPR-RI dan DPRD Tk I dan II berdasarkan nama dan foto. Untuk Pemilu 2009 Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat mengubah format kertas suara hanya dengan mencantumkan nama caleg saja tanpa foto, kecuali kertas suara untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).


Selasa, 17 Februari 2009

Minangkabau Dalam Keprihatinan


Perubahan sosial dan budaya terjadi secara terus menerus di Minangkabau. Ranah yang dahulunya banyak melahirkan tokoh kini mulai digerogoti oleh arus baru nan secara perlahan membelit pola fikir generasi muda Minang.

Gelisah tentu melanda kalangan yang masih menganggap sistem nilai Minangkabau sebagai sesuatu pusaka aturan hidup nan perlu dipertahankan eksistensinya. Salah satu yang dilanda kegelisahan adalah Lembaga nan berkompeten mengenai adat yakni Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).


Kamis, 12 Februari 2009

Pelantikan Baru, Haruskah Beli Mobil Dinas Baru?


Akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah alias DPRD Kota Padang mensahkan Anggaran Penyelenggaraan Belanja Daerah sebesar Rp.1.043 triliun yang diajukan oleh Pemerintah Kota Padang. Usut punya usut, ternyata jumlah anggaran tersebut termasuk anggaran untuk membeli sejumlah mobil dinas (mobnas) untuk beberapa kepala dinas di Kota Padang. Jelas kecurigaan mulai bermunculan lewat sejuta pertanyaan, apakah pelantikan baru berarti harus ada mobnas baru?

Bukan sulap bukan sihir, yang jelas ada anggapan bahwa anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintahan Kota Padang adalah sejenis 'basa basi balas budi' dari Pemko kepada para kepala dinas yang berperan aktif menggolkan dirinya menjadi orang number one di Kota Padang. Entah benar entah tidak, yang pasti desas-desus seperti itu samar-samar terdengar juga sampai ke beberapa kalangan masyarakat.


Kingdon181 Cyber Area

Dream Motorcycle

Dream Motorcycle
Suzuki
Powered By Blogger