Rabu, 20 Mei 2026

Kemendikdasmen Perkuat Partisipasi Semesta, Entaskan Anak Tidak Sekolah di Agam dengan Program Relawan Pendidikan

Lubuk Basung (AGAM) - Pemerintah terus memperkuat kebijakan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui Program Relawan Pendidikan Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) mendorong keterlibatan komunitas untuk membantu menjangkau, mendata, hingga mengembalikan anak-anak ke layanan pendidikan yang sesuai.


Sebagai bagian dari penguatan program tersebut, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah melaksanakan pelepasan relawan pendidikan secara serentak di 10 kabupaten lokus Program Relawan Pendidikan Tahun 2026, yakni Kabupaten Sampang, Jawa Timur; Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; Kabupaten Lampung Tengah, Lampung; Kabupaten Mimika, Papua Tengah; Kabupaten Maluku Tengah, Maluku; Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan; Kabupaten Agam, Sumatra Barat; Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara; Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh; serta Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pelaksanaan program pada tahun 2026 melibatkan 261 relawan yang tersebar di 10 kabupaten.

Pemerintah Daerah yang menjadi sasaran Relawan Pendidikan menyambut baik program Relawan Pendidikan tersebut, demikian juga Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Di Kabupaten Agam pelepasan Relawan Pendidikan dilaksanakan di Aula Utama Kantor Bupati Agam, Selasa (19/5/2026).

Rabu, 06 Maret 2019

Pemilu 2009 Versus Penderita Keaksaraan Fungsional


 


Tidak sampai dua bulan lagi, pesta demokrasi akbar Indonesia alias Pemilu 2009 akan berlangsung. Seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu telah melakukan berbagai persiapan dengan berbagai perubahan untuk sebuah perbaikan. Salah satu perubahan yang cukup nyata adalah bergantinya sistem coblos menjadi sistem centang. Perubahan coblos menjadi centang lebih terkait pada cara pelaksanaan sehingga dengan melakukan simulasi hal tersebut tentu akan bisa teratasi

Perubahan lainnya yang perlu disoroti adalah perubahan format kertas surat suara pemilu. Biasanya, kertas suara mencantumkan nama dan foto calon legislatif (caleg) sehingga pemilih bisa mengenali calon wakilnya untuk DPR-RI dan DPRD Tk I dan II berdasarkan nama dan foto. Untuk Pemilu 2009 Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat mengubah format kertas suara hanya dengan mencantumkan nama caleg saja tanpa foto, kecuali kertas suara untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sejuta Harapan di Pundak Wakil Rakyat


 


JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah, saya sengaja mengawali tulisan ini dengan meminjam istilah yang pernah diucapkan oleh Soekarno, mantan orang nomor satu di Indonesia sekaligus penguasa Orde Lama.

Dalam bidang apa pun membaca dan mempelajari sejarah akan sangat membantu dalam mencari dan menentukan arah dan pedoman tindakan pada masa kini. Demikian juga halnya ketika menentukan arah pembangunan bangsa saat ini.

Dalam perjalanan panjang sejarah pergerakan Indonesia, para elit bangsa telah memperlihatkan andil dan kontribusi nyatanya dalam pergerakan. Lahirnya pergerakan nasional Indonesia merupakan bukti nyata sumbangsih mahasiswa yang notabenenya adalah kaum terpelajar yang juga menjadi kaum elit menengah.

Selasa, 05 Maret 2019

Setapak Kehidupan

Jejak-jejak Satu Hati

Oleh: DM. Sutan Zain

Setapak cinta tak selalu sama kawan

Seseorang menemukan nya lurus
Yang lain harus berbelok
Satu lagi malah dipaksa menanjak dan menginjak kerikil2 tajam
Bahkan juga ada yang harus melangkah dalam gelap dan debu

Lelah menempuh setapak itu, itulah perjuangan

Setapak tidak akan berujung, ia terbentang melingkari bumi

Hanya keputusan seseorang utk singgah dan menetap yang menjadikannya ujung

Namun tak akan menjadi akhir perjalanan

Padang, 05.03.2019

Jumat, 24 Juni 2016

"Terpenjara Dalam Neraka Dunia"


Salah satu perbuatan koruptor adalah tidak adil dalam menimbang bila terkait dengan hak orang lain namun bila timbangan ditegakkan untuk menentukan haknya, ia berpantang kurang walau secuilpun kalau perlu berlebih dari yg sewajarnya.

Dalam bahasa minang sering kita mendengar kalimat "mangawik gadang ka awak" dan istilah "cadiek buruak". Dua sentilan itu sepertinya pas untuk menggambarkan karakter tersebut.

Senin, 07 September 2015

PUISI TANPA JUDUL



Cerpen DM. Thanthar

Pagi baru saja menyambangi bumi. Embun-embun juga masih betah bermain-main di ujung-ujung lancip rerumputan. Tapi, ku dapati, Dira sudah duduk termenung di tepian Danau Maninjau. Matanya memandang jauh ke tengah danau, seakan sedang mengharapkan sesuatu keluar dari dasar danau.

Rasa ingin tahu membawaku melangkah mendekatinya. Tapi Dira hanya acuh. Bahkan saat aku duduk di sampingnya pun ia tetap acuh. Padahal biasanya ia selalu antusias dengan keberadaanku. Jika sudah bersamaku, ia selalu bercerita tentang semua kisah yang pernah singgah padanya.

Ya, begitulah biasanya. Dira tidak pernah ragu bercerita tentang apa pun padaku. Aku rasa, mungkin karena ketika ia sedang bercerita aku selalu mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Aku memang tidak pernah memperlihatkan kebosananku padanya, walau terkadang ceritanya membuatku bosan juga.

UMAT YANG DIRINDUKAN RASUL



Oleh: DM. Sutan Zainuddin

Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada para sahabat,

“Siapakah yang paling luar biasa imannya?”

Para sahabat menjawab, “Malaikat, ya Rasulullah.”

Balas Rasulullah, “Sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, karena mereka sentiasa di sisi Allah.”

Seketika para sahabat terdiam kemudian menjawab lagi, “Para nabi, ya Rasulullah.”

Rasulullah berkata, “Para nabi sudah tentu hebat imannya, karena mereka menerima wahyu daripada Allah.”

Para sahabat mencoba lagi, “Kalau begitu kamilah yang paling beriman.”

“Aku berada di tengah tengah kalian, sudah tentulah kalian orang-orang yang paling beriman,” jawab Rasulullah,

Lalu, salah seorang sahabat berkata, “Kalau begitu, Allah dan Rasul Nya sajalah yang mengetahui.”

Maka dengan nada perlahan Rasulullah berkata, “Mereka adalah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca AlQuran dan beriman dengan isinya. 

Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adalah orang yang bahagia. Namun orang yang tujuh kali lebih bahagia adalah mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman denganku.”

Rasulullah diam seketika. Kemudian, beliau menyambung dengan suara yang lirih, “Sesungguhnya, aku rindukan mereka…”

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ َﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁِﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
 

KITAB-KITAB NAN BERDEBU



Oleh: DM. Sutan Zainuddin
 
Pernah suatu ketika seorang yahudi bermaksud menulis sebuah buku tentang rahasia mengapa orang yahudi dapat menguasai dunia.

Yahudi yang lain melarang temannya menuliskan rahasia keberhasilan yahudi.

"Jangan engkau menuliskan rahasia keberhasilan kita menjadi sebuah buku, jika umat Islam membacanya bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita," kata yahudi pertama kepada yahudi kedua, yg mau menulis buku.

Yahudi kedua bersikukuh tetap mau menulis seraya berkata,

"Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia keberhasilan bangsa yahudi, jika dicetakpun orang Islam tidak akan membacanya. Mereka tidak suka membaca".

Jumat, 03 Juli 2015

Sekilas Mengenal Istana Kepresidenan Bogor (Bogor Presidential Palace)





Oleh: Doni Marlizon, S.S

(Alumni Diklat Pengangkatan Arsiparis Tingkat Ahli Tahun 2012 di Pusdiklat Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jl. H. Djuanda No. 62 Bogor Jawa Barat)
 
Berkunjung ke Kota Bogor kurang lengkap rasanya jika tidak singgah dan menikmati sejuknya udara di Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor yang lokasinya tidak jauh dari Terminal Bus Baranang Siang itu akan memanjakan anda dengan koleksi tumbuhannya yang sangat beragam. Tidak salah jika Kebun Raya yang dibangun pada masa kolonial Belanda itu menjadi pusat Penelitian Botani di Indonesia. Di areal Kebun Raya Bogor itu pulalah berdirinya Istana Kepresidenan Bogor. Istana yang sarat dengan peristiwa-peristiwa bersejarah semenjak zaman kolonial hingga sekarang.
 Istana Kepresidenan Bogor terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 1 Kota Bogor Propinsi Jawa Barat, sekitar 60 kilometer dari Kota Jakarta. Luasnya sekitar 28,86 hektar dan berada pada ketinggian 290 meter di atas permukaan laut.
Keberadaan Istana Kepresidenan Bogor berawal dari keinginan Gubernur Jenderal Belanda yakni G.W. Baron Van Imhoff untuk mencari tempat yang berhawa sejuk di luar Kota Batavia (sekarang Jakarta). Pencarian lokasi berhawa sejuk yang dilakukan Baron Van Imhoff dikarenakan cuaca dan hawa Kota Batavia yang dirasa terlalu panas dan ramai sehingga tidak cocok menjadi tempat beristirahat. Pada tanggal 10 Agustus 1744 ia menemukan sebuah tempat di Kampoeng Baroe yang menurutnya sangat cocok untuk membangun tempat peristirahatan (pasanggrahan) karena lokasinya bagus dan strategis.

Jumat, 03 Oktober 2014

“MAKTUB”




Cerpen DM. Thanthar

Senja telah menjelang, ketika lelaki itu menghentikan motornya di sebuah kedai kopi di tepi jalan. Dipesannya segelas kopi kepada seorang perempuan separuh baya yang ada di kedai itu. Dan, sambil menunggu, ia sulut sebatang rokok. Dia sengaja duduk dengan menghadap ke jendela kedai karena di bawah sana terbentang pemandangan indah sebuah danau.

Lelaki itu seolah terpukau oleh suasana senja. Bias jingga senja yang terpantul dari permukaan danau di bawah sana memang indah. Saking asyiknya menikmati keindahan itu, dia bahkan tidak sadar ketika kopi pesanannya telah berada dihadapannya. Begitu khusuknya lelaki itu menyaksikan perjalanan senja yang menjemput malam.

Tapi, sebenarnya, bukan hanya keindahan senja yang membuatnya terpukau. Ada sebuah kisah yang menyebabkan dia begitu. Janjinya kepada danau yang sedari tadi ia pandangi. Janji ketika ia akan pergi dulu, sepuluh tahun yang lalu.

***

Sabtu, 15 Maret 2014

KUNANG-KUNANG TIMUR


Cerpen DM. Thanthar



Sudah beberapa malam ini adikku yang bungsu bersikap rewel. Ia selalu meminta yang aneh-aneh kepada bunda. Dua hari yang lalu ia meminta dibelikan kembang api, padahal malam itu bukan malam lebaran juga bukan malam tahun baru yang biasanya ramai pesta kembang api. Dan, ketika permintaannya tidak bisa dipenuhi bunda ia menangis sejadi-jadinya.

Si bungsu memang masih kecil. Umurnya saja belum genap empat tahun tetapi watak keras sepertinya mulai tergambar dari perkembangan sikapnya. Ia suka memaksakan kehendak dan akan mengamuk hebat ketika yang diinginkannya tidak didapatkannya.

“Mungkin karena ia masih kecil,” pikir ku.

Untunglah bunda adalah orang paling sabar dan penyayang. Paling tidak jika dibandingkan dengan orang-orang yang pernah aku kenal. Bunda tidak pernah marah menghadapi sikap si bungsu. Paling-paling ia menghibur si bungsu dengan dongeng-dongeng yang selalu ampuh membuat si bungsu lupa dengan keinginannya. Biasanya si bungsu akan tertidur karena keasyikan mendengar cerita bunda.

MENGAJI; Di Waktu Luang atau di Waktu Nan Diluangkan


Oleh: DM. Sutan Zainuddin

Mengeja huruf demi huruf, ayat demi ayat, juz demi juz dan tanpa terasa tibalah saatnya melantunkan doa khatamil qur’an. Bangga, bahagia, bercampur dengan haru. Senyum mengembang bersama air mata nan meleleh diluar ambang sadar. Padahal khatam tersebut mungkin saja bukanlah khatam nan perdana melainkan khatam untuk kesekian kalinya. Khatam personal boleh jadi telah berulang kali dicapai. Namun kali ini ada haru nan berbeda karena khatam tidak berdasarkan egois diri tetapi didasari oleh kekuatan bersama dalam metode One Day One Juz (odoj).

Komunitas One Day One Juz menyadari bahwa kemungkaran nan teroganisir dengan baik bisa menumbangkan kebaikan nan tercerai berai. Menyikapi kondisi tersebut, sekumpulan anak muda Indonesia berusaha menghimpun kekuatan tilawah menjadi sebuah kekuatan besar nan terorganisir. Akhirnya, secara perlahan Komunitas Odoj terus berkembang seiring dengan makin banyaknya umat muslim nan bergabung untuk berpartisipasi dalam mewujudkan gerakan one day one juz di tanah air nan tercinta ini.

Sabtu, 15 Februari 2014

ONE DAY ONE JUZ (ODOJ) MENYONGSONG INDONESIA EMAS



Oleh: DM. Sutan Zainuddin, S.S

Tahun 2014 disebut-sebut sebagai tahun politik karena pada tahun ini akan diadakan pemilihan pemimpin bangsa masa depan, baik wakil rakyat dan juga presiden. Diperkirakan hampir 50 juta pemilih dalam pemilu 2014 adalah pemilih pemula yang berasal dari penduduk usia muda. Hasil dari tahun politik tentu akan menentukan wajah bangsa Indonesia lima tahun mendatang dan akan berdampak terhadap perkembangan bangsa dalam jangka waktu yang lebih panjang. Sebagai tahun politik, sesungguhnya tahun 2014 merupakan momentum perubahan bangsa ke arah yang lebih baik, lebih bermartabat, serta lebih berkarakter. Harapan tersebut hanya bisa terwujud jika seluruh komponen bangsa mau bersungguh-sungguh melakukan perbaikan, terutama perbaikan pola pikir, karakter dan kepribadian para pemimpin.
Penting untuk kita ingat bahwa banyak ahli memperkirakan dalam rentang lima tahun mendatang bangsa Indonesia diperkirakan akan berada pada masa ‘keemasan’. Masa Indonesia emas tersebut ditandai dengan terjadinya ledakan penduduk usia produktif dan menurunnya jumlah anak-anak dan lansia yang notabene akan menjadi beban anggaran negara. Namun ledakan penduduk usia produktif tersebut tidak akan memberikan dampak positif jika kualitas mereka berada dibawah rata-rata. Bahkan keberadaan mereka bisa menjadi malapetaka kependudukan sehingga ledakan penduduk usia produktif sebagai bonus demografi akan berlalu dengan sia-sia.

Minggu, 17 Maret 2013

Aksi FPI dan Gerakan Padri di Minangkabau


DM. Sutan Zainuddin, S.S

Oleh: DM. Sutan Zainuddin, S.S

Akhir-akhir ini berbagai tindakan kekerasan seakan telah menjadi kejadian biasa dinegeri kita yang dikenal memiliki masyarakat nan sopan santun dan ramah tamah. Kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat saat ini begitu mudah tersulut emosi dan melakukan aksi kekerasan. Pelaku tindakan kekerasan tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu melainkan telah merambah ke berbagai kalangan. Saat ini pelaku aksi kekerasan mulai dari gerombolan geng motor, ormas, sampai pada aksi koboi aparat penegak hukum. Miris memang, namun begitulah yang kini terjadi dinegeri kita.
Salah satu pelaku tindakan kekerasan yang akhir-akhir ini cukup menyita perhatian publik adalah aksi yang dilakukan oleh Ormas Front Pembela Islam (FPI). Akan tetapi, aksi yang dilakukan oleh FPI memberikan dampak yang berbeda jika dibandingkan dengan aksi yang dilakukan oleh kelompok lainnya. Jika aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor dominan menuai caci maki dari masyarakat maka aksi FPI lebih memunculkan pro dan kontra. Hal itu sangat wajar karena aksi yang dilakukan oleh FPI rata-rata lebih mengarah kepada upaya pemberantasan kegiatan maksiat yang terjadi ditengah-tengah masyarakat namun tidak ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Jumat, 28 Desember 2012

MAZHAB NAN EMPAT



Oleh: DM. Sutan Zainuddin

Pada masa Nabi Muhammad Salallahu ’Alaihi Wassalam masih hidup segala sesuatu beliau pimpin sendiri. Berbagai peristiwa yang terjadi langsung mendapat keputusan Rasulullah. Sahabat-sahabat senantiasa mendapatkan petunjuk dari Rasulullah. Beliau juga selalu mengajarkan sahabat-sahabat semua ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan Allah kepadanya. Tidak hanya sekadar mengajarkan, Rasulullah juga menyuruh para sahabat untuk menghafal dan menuliskan wahyu Allah tersebut.

Dalam memberikan keputusan terhadap suatu peristiwa yang dikemukakan kepada beliau, Rasulullah terkadang juga termenung dan tidak serta merta menjawab. Termenungnya Rasulullah pada hakikatnya adalah untuk menunggu wahyu Allah dan begitu mendapatkan wahyu beliau akan memberikan keputusan dan kepastian tentang persoalan yang dihadapkan kepada beliau tersebut. Wahyu yang diterima Rasulullah sering berisi jawaban atas pertanyaan atau peristiwa nan terjadi, serta membawa hukum-hukum yang lain.

Sabtu, 25 Agustus 2012

PERMAINAN TRADISIONAL NAN MAKIN LANGKA

.
Oleh: Dila Afriani, S.Pd

Sebuah mobil pick-up melaju dengan kecepatan sedang. Di bak terbuka mobil duduk beberapa orang dengan sikap siaga. Setiap mereka memegang senjata terkokang yang pelurunya siap dimuntahkan kepada siapa saja yang mereka inginkan. Mereka tidak peduli yang menjadi sasaran peluru mereka itu juga memegang senjata atau tidak. Mereka terlihat merasa gagah dengan senjata itu. Mereka juga bahagia setelah melepaskan tembakan, buktinya mereka tertawa-tawa usai menembak.

Sementara itu, di sudut-sudut rumah pemukiman rakyat juga bersiaga beberapa orang. Mereka juga bersenjata. Mereka mengintai kendaraan yang membawa rombongan bersenjata tadi. Begitu kendaraan itu lewat, maka.. dor.. dor.. mereka mulai menembak lalu lari bersembunyi di balik bangunan dan batang pohon terdekat guna menghindari peluru lawan sambil mengokang senjata. Tembak menembak pun terjadi dengan sengit. Rata-rata mereka memegang senjata jenis shotgun yang tiap kali usai menembak harus dikokang dulu sebelum memuntahkan pelurunya lagi. Lainnya, menggunakan senjata jenis pistol. Usai kendaraan yang menjadi sasaran tembak telah lewat mereka kembali bersiaga untuk melakukan serangan terhadap kendaraan berikutnya.

Jumat, 10 Agustus 2012

SEKILAS TENTANG KANTOR ARSIP, PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG


Oleh: DM Sutan Zainuddin, S.S

Peta Padang Tempo Dulu
Organisasi kearsipan di Indonesia secara resmi dimulai pada tahun 1892, ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan kantor Landsarchief atau tempat penampungan arsip pemerintah Hindia Belanda maupun arsip pemerintah VOC pada tanggal 28 Januari 1892. Perkembangan Landsarchief sejak 1892 sampai tahun 1945 yaitu ketika runtuhnya Hindia Belanda, merupakan suatu masa yang amat menarik, karena dimasa inilah diletakkan dasar kearsipan di Hindia Belanda sebagai alat administratif dan sumber ilmu pengetahuan.
Pada zaman kolonial Belanda, walaupun telah terbentuk lembaga kearsipan, tetapi pengelolaannya lebih banyak ditujukan bagi kepentingan Belanda. Bangsa pribumi yang membantu di kotapraja sama sekali tidak diberikan ilmu tentang cara penanganan arsip, apalagi mengenai informasi  yang terkandung dalam arsip tersebut. Bahkan setelah Belanda terusir, banyak arsip kita yang dibawa ke negara Belanda. Sementara itu, berbeda dengan zaman pendudukan Belanda, zaman pendudukan Jepang merupakan zaman yang sepi dalam dunia kearsipan. Akibatnya, para sejarahwan mengalami kesulitan melakukan penulisan sejarah tentang masa pendudukan Jepang karena tidak tersedianya arsip yang berkaitan dengan zaman Jepang.

Senin, 16 Juli 2012

KEUTAMAAN ORANG BERPUASA

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu pada hari kiamat. Tidak ada orang selain mereka yang masuk bersama mereka. Ditanyakan: Di mana orang-orang yang puasa? Kemudian mereka (orang-orang yang puasa) masuk lewat pintu tersebut dan ketika orang yang terakhir dari mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup kembali dan tidak ada orang yang akan masuk lewat pintu itu. (Shahih Muslim No.1947)

Jumat, 13 Juli 2012

PENDIDIKAN DAN CERMINAN PEMIMPIN MASA DEPAN



 Oleh: Dila Afriani, S.Pd


Pada Perang Dunia II, setelah kota Nagasaki dan Hiroshima hancur lebur oleh bom atom sekutu maka Jepang pun dipaksa mengaku kalah. Akibatnya, Negara Jepang sangat terpukul dan terpuruk. Hanya saja keterpurukan Jepang tidak berlangsung lama karena Kaisar Jepang bergerak cepat dengan tekad untuk bangkit dan kembali membangun Jepang. Dalam upaya bangkit, ternyata yang menjadi perhatian serius Sang Kaisar bukanlah berapa jumlah prajurit yang selamat perang. Bukan pula tentang berapa orang tokoh-tokoh penting dan orang-orang kaya yang masih tersisa, melainkan berapa jumlah guru yang masih hidup. Pada masa bangkit dari keterpurukan itu, peran guru ternyata sangat penting bagi Negara Jepang dan pada akhirnya keberadaan guru memang menjadi kunci sukses kebangkitan Negara Jepang.
Apa yang dilakukan Kaisar Jepang pasca kekalahan pada Perang Dunia II memang sangat beralasan. Kondisi Jepang yang telah kalah perang tentu tidak akan mampu bangkit jika hanya mengandalkan kekuatan pasukan yang masih tersisa. Perekonomian yang terpuruk juga tidak akan bisa kembali stabil jika semata-mata mengandalkan orang-orang kaya dan tokoh-tokoh penting. Jepang hanya bisa bangkit oleh para guru karena merekalah yang mampu mencerdaskan anak-anak Jepang untuk mengubah nasib bangsanya. Keberadaan guru akan mampu melahirkan kembali pasukan-pasukan hebat, pengusaha-pengusaha sukses, dan tokoh-tokoh penting yang akan menjadi pemimpin Jepang masa depan. Serta yang utama, para guru tentu akan melahirkan guru-guru muda sebagai pewaris tugas dan peran guru-guru tua untuk membentuk generasi tangguh berikutnya. Kepercayaan Kaisar Jepang terhadap guru terbukti dengan bangkit dan suksesnya Jepang menjadi negara kecil yang maju hingga sekarang.

Jumat, 15 Juni 2012

KISAH JILBAB HATI

Aisyah Zhafira Zainairfa
.
Oleh: Dila Afriani, S.Pd

Ada seorang perempuan yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu malam…

Kingdon181 Cyber Area

Dream Motorcycle

Dream Motorcycle
Suzuki
Powered By Blogger